Analisis Kinerja Sistem Ketertelusuran Pala
Arsitektur Ekosistem GoTrust (IoT & Blockchain)
Dashboard interaktif ini menyajikan evaluasi metrik kritis jaringan (Latency & Throughput) untuk mengukur kelayakan framework terintegrasi pada rantai pasok komoditas pala berdasarkan data riil fase staging.
1. Profil Beban Data (Workload Scenario)
Beban data yang dievaluasi didasarkan pada rekam jejak transaksi di database staging. Sistem menangani aliran data rantai pasok pala dengan arsitektur berbeda.
Sistem A: IoT Data Storage
API Endpoint: staging.gotrust.cloud/public/api/sensor-data
Menangani penyimpanan masif berupa data sensor suhu dan kelembapan (pemantauan lingkungan pasca-panen pala) secara sinkronus via Laravel + IPFS.
Sistem B: Blockchain Core
HLF Network: api.gotrust.cloud dan hlf.gotrust.cloud
2. Parameter Evaluasi
Rumus yang digunakan untuk menghitung kinerja jaringan dalam evaluasi ini.
3. Proyeksi Beban Sekuensial
Estimasi waktu jika seluruh beban diproses satu per satu berdasarkan Base Latency (Eviden Postman).
| Parameter | Sistem A (IoT) | Sistem B (HLF) |
|---|---|---|
| Base Latency (L) | 2.36s | 2.38s |
| Base Throughput | 0.42 TPS | 0.42 TPS |
| Total Beban (N) | 6.956 Data | 163 Transaksi |
| Total Waktu (Tt) |
16.416,16 s
≈ 4 Jam 33 Menit
|
387,94 s
≈ 6 Menit 27 Detik
|
4. Evaluasi Kinerja Konkuren (Stress Test)
Menganalisis perilaku sistem ketika menerima tembakan permintaan secara bersamaan (Send Rate / RPS). Grafik ini membuktikan batas saturasi sistem.
Throughput vs Send Rate
Lebih tinggi lebih baikKapasitas transaksi sukses per detik berdasarkan beban yang masuk.
Latency vs Send Rate
Lebih rendah lebih baikWaktu tunggu antrean respons API berdasarkan beban yang masuk.
Simulasi Beban Interaktif
Geser slider untuk melihat proyeksi performa kedua sistem pada tingkat permintaan per detik (RPS) tertentu.
Sistem A (IoT)
Sinkronus (I/O Blocking)
Sistem B (Blockchain)
Asinkronus (Event Loop)
Kesimpulan & Rekomendasi Arsitektur
Evaluasi Sistem IoT (Laravel)
Kinerja grafik menunjukkan bahwa framework sinkronus seperti PHP mengalami kesulitan menangani permintaan konkuren. Saat Send Rate dinaikkan menjadi 10 RPS, Throughput tertahan di angka ~0.4 TPS akibat komputasi kriptografi (hashing IPFS) yang memblokir aliran data lainnya (I/O Blocking).
Evaluasi Sistem Blockchain (Node.js)
Framework asinkronus membuktikan skalabilitas teknis yang unggul. Grafik naik seiring bertambahnya beban, mencapai puncaknya di ~28 TPS pada beban 50 RPS. Sifat Non-Blocking I/O memungkinkan transaksi diselesaikan secara paralel.