Analisis Kinerja Sistem Ketertelusuran Pala

Arsitektur Ekosistem GoTrust (IoT & Blockchain)

Dashboard interaktif ini menyajikan evaluasi metrik kritis jaringan (Latency & Throughput) untuk mengukur kelayakan framework terintegrasi pada rantai pasok komoditas pala berdasarkan data riil fase staging.

Konteks Ekosistem: Data evaluasi ini ditarik dari infrastruktur pengujian gotrust.cloud (Staging & API Gateway). Rekomendasi teknis dari analisis ini akan diterapkan pada sistem produksi utama di gotrust.id.

1. Profil Beban Data (Workload Scenario)

Beban data yang dievaluasi didasarkan pada rekam jejak transaksi di database staging. Sistem menangani aliran data rantai pasok pala dengan arsitektur berbeda.

Sistem A: IoT Data Storage

API Endpoint: staging.gotrust.cloud/public/api/sensor-data

6.956 records

Menangani penyimpanan masif berupa data sensor suhu dan kelembapan (pemantauan lingkungan pasca-panen pala) secara sinkronus via Laravel + IPFS.

Sistem B: Blockchain Core

HLF Network: api.gotrust.cloud dan hlf.gotrust.cloud

163 transaksi
67 Petani Pala (Create) 43 Pengepul (Receive) 53 Ekspor/Jual (Transfer)

2. Parameter Evaluasi

Rumus yang digunakan untuk menghitung kinerja jaringan dalam evaluasi ini.

Latency (L)
Throughput (TPS)
Turnaround Time (Tt)

3. Proyeksi Beban Sekuensial

Estimasi waktu jika seluruh beban diproses satu per satu berdasarkan Base Latency (Eviden Postman).

Parameter Sistem A (IoT) Sistem B (HLF)
Base Latency (L) 2.36s 2.38s
Base Throughput 0.42 TPS 0.42 TPS
Total Beban (N) 6.956 Data 163 Transaksi
Total Waktu (Tt)
16.416,16 s
≈ 4 Jam 33 Menit
387,94 s
≈ 6 Menit 27 Detik
Insight: Waktu 4.5 jam untuk Sistem A tidak realistis untuk operasi produksi. Diperlukan pengujian beban konkuren (stress test) untuk melihat perilaku aslinya.

4. Evaluasi Kinerja Konkuren (Stress Test)

Menganalisis perilaku sistem ketika menerima tembakan permintaan secara bersamaan (Send Rate / RPS). Grafik ini membuktikan batas saturasi sistem.

Throughput vs Send Rate

Lebih tinggi lebih baik

Kapasitas transaksi sukses per detik berdasarkan beban yang masuk.

Latency vs Send Rate

Lebih rendah lebih baik

Waktu tunggu antrean respons API berdasarkan beban yang masuk.

Simulasi Beban Interaktif

Geser slider untuk melihat proyeksi performa kedua sistem pada tingkat permintaan per detik (RPS) tertentu.

1 25 50

Sistem A (IoT)

Sinkronus (I/O Blocking)

Throughput
0.40 TPS
Status Stagnan / Bottleneck

Sistem B (Blockchain)

Asinkronus (Event Loop)

Throughput
8.50 TPS
Status Scaling Normal

Kesimpulan & Rekomendasi Arsitektur

Evaluasi Sistem IoT (Laravel)

Kinerja grafik menunjukkan bahwa framework sinkronus seperti PHP mengalami kesulitan menangani permintaan konkuren. Saat Send Rate dinaikkan menjadi 10 RPS, Throughput tertahan di angka ~0.4 TPS akibat komputasi kriptografi (hashing IPFS) yang memblokir aliran data lainnya (I/O Blocking).

Rekomendasi untuk gotrust.id: Implementasi Message Broker (seperti RabbitMQ/Redis) sangat diperlukan sebelum masuk fase produksi. Permintaan sensor harus ditampung di antrean memori terlebih dahulu.

Evaluasi Sistem Blockchain (Node.js)

Framework asinkronus membuktikan skalabilitas teknis yang unggul. Grafik naik seiring bertambahnya beban, mencapai puncaknya di ~28 TPS pada beban 50 RPS. Sifat Non-Blocking I/O memungkinkan transaksi diselesaikan secara paralel.

Kesimpulan: Titik saturasi sistem B pada 50 RPS bukan disebabkan oleh middleware Node.js, melainkan batas kecepatan konsensus blok internal Hyperledger Fabric. Sistem dinilai sangat layak untuk menopang rantai pasok pala di fase produksi (gotrust.id).